INGIN TAUBAT JANGAN DITUNDA-TUNDA … SEGERAKAN BERSIH DIRI LAHIR BATHIN

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu tuubuu ilaa allaahi tawbatan nashuuhan 'asaa rabbukum an yukaffira 'ankum sayyi-aatikum wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru yawma laa yukhzii allaahu alnnabiyya waalladziina aamanuu ma'ahu nuuruhum yas'aa bayna aydiihim wabi-aymaanihim yaquuluuna rabbanaa atmim lanaa nuuranaa waighfir lanaa innaka 'alaa kulli syay-in qadiirun
[66:8] Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu’min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Tahrim)
Setiap orang mukmin sangat memerlukan dua perkara, yaitu pengampunan dosa dan penghapusan kesalahan.
Kenyataannya, tidak seorangpun yang terlepas dari dosa dan kesalahan.
Abu Tamam mengisyaratkan sebuah hadits Rasulullah SAW yang bersumber dari Anas bin Malik r.a: “Setiap orang di antara kamu sekalian melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat.”
(HR. Ahmad)
Dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh manusia akan mengotori hatinya, bagaikan noda hitam di atas kain putih,
tiada yang dapat membersihkannya kecuali taubat.
Rasulullah SAW menyebut di dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Ahmad. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang meminta ampun dari dosa seperti orang yang tidak berdosa”. (HR. Bukhari)
Dan Allah berfirman;
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al Baqarah: 222)
Sebenarnya syetan telah menipu dan menjebak kita dan memenuhi kehidupan kita, dengan berbuat maksiat, sehingga menyesatkan kita dari jalan Allah, menjauhkan kita dari jalan keselamatan semua perdayaan syaitan itu, membukakan bagi kita pintu-pintu jahannam dan syaithan melakukan semua itu bujuk rayunya sehingga manusia terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan hingga penuh berlumur dosa. Seyogyanyalah kita untuk segera mengetuk pintu taubat mengharap maghfirah Allah.
Tidak ada kata putus asa tidak ada istilah terlambat dalam bertaubat untuk menuju kepada Allah meski dosa-dosa telah memenuhi kolong langit.
Allah adalah tuhan seluruh makhluk yang menciptakan semuanya…
selalu menguji dan menyileksi amal dan perbuatan hamba-hamba Nya….
Barangsiapa yang banyak dosanya dan ia ingin bertaubat maka pintu taubat selalu terbuka ….
Namun …
ambil mengertilah dengan syarat taubat itu…
- harus menghentikan maksiat… dan menyesali perbuatan yang telah terlanjur dilakukan.
- harus berniat sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi. Dan, manakala dosa yang pernah ia lakukan itu adalah berhubungan dengan hak manusia … maka taubatnya ditambah dengan syarat yang ketiga ini …
- harus menyelesaikannya dengan orang yang berhak dengan meminta maaf kepadanya, atau meminta kehalalan atau ridha… atau mengembalikan apa yang harus ia kembalikan.
Di antara keutamaan yang didapat oleh orang-orang yang bertaubat ialah…
Allah menyibukkan para malaikat-Nya agar memintakan ampunan bagi mereka yang bertaubat itu…
dan malaikat berdoa kepada Allah mengharapkan Allah melindungi mereka dari siksaan neraka jahannam,
lalu memasukkan mereka yang bertaubat itu.. ke surga yang penuh dengan kenikmatan,
dan mendinding mereka yang telah bertaubat itu dari kejahatan dan kesalahan.
Para malaikat yang membawa ‘Arsy di langit juga sibuk memintakan ampunan bagi orang-orang yang bertaubat…
Allah berfirman dalam Q.S. Al Mu’min:

alladziina yahmiluuna al'arsya waman hawlahu yusabbihuuna bihamdi rabbihim wayu/minuuna bihi wayastaghfiruuna lilladziina aamanuu rabbanaa wasi'ta kulla syay-in rahmatan wa'ilman faighfir lilladziina taabuu waittaba'uu sabiilaka waqihim 'adzaaba aljahiimi
[40:7] (Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

rabbanaa wa-adkhilhum jannaati 'adnin allatii wa'adtahum waman shalaha min aabaa-ihim wa-azwaajihim wadzurriyyaatihim innaka anta al'aziizu alhakiimu
[40:8] ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘and yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,

waqihimu alssayyi-aati waman taqi alssayyi-aati yawma-idzin faqad rahimtahu wadzaalika huwa alfawzu al'azhiimu
[40:9] dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”.
Cukup banyak ayat-ayat di dalam Kitab Allah yang mengabarkan diterimanya taubat orang-orang yang bertaubat,
kalau memang taubat mereka itu tulus dan benar, yang tentunya dengan cara-cara tertentu yang telah diberikan tuntunan oleh Allah SWT dan Rasulullah saw…
Penerimaan taubat ini dilandaskan kepada karunia, ampunan dan rahmat Allah, yang tidak akan menyempit karena keberadaan seseorang yang durhaka, seperti apapun kedurhakaannya itu.
Terlebih lagi… orang yang bertaubat dan juga memperbaiki diri… serta beramal shaleh.
Tidak kurang dari sebelas tempat di dalam Al Qur’an, Allah mensifati diri-Nya dengan sebutan at Tawwab (Maha Menerima Taubat).
Allah berfirman dalam QS. An Nisaa’ :

innamaa alttawbatu 'alaa allaahi lilladziina ya'maluuna alssuu-a bijahaalatin tsumma yatuubuuna min qariibin faulaa-ika yatuubu allaahu 'alayhim wakaana allaahu 'aliiman hakiimaan
[4:17] Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

walaysati alttawbatu lilladziina ya'maluuna alssayyi-aati hattaa idzaa hadhara ahadahumu almawtu qaala innii tubtu al-aana walaa alladziina yamuutuuna wahum kuffaarun ulaa-ika a'tadnaa lahum 'adzaaban aliimaan
[4:18] Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
Karena itu janganlah ada di antara kita yang menunda taubat hingga hari esok.
Karena maut itu datang secara tiba-tiba.
Bersegeralah untuk mensucikan jiwa di mana dan bila saja, waktunya ada…
Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya Al Fawaid mengatakan :
“Bila kau berpulang ke alam baqa, tidak membawa bekal taqwa, kau lihat orang-orang yang membawanya pada hari perhimpunan. Kau akan menyesal, karena kau tidak seperti mereka. Mereka mempunyai persiapan sedangkan kau tidak memilikinya.”
Allahu A’lam Bishshawab
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wa barakatuh,
Buya H. Masoed Abidin
Popularity: 4% [?]
