Nafsu yang tersembunyi

http://ikofx.com/?affref=20882346

Nafsu tersembunyi berupa keinginan untuk dipuji manusia selain dipuji Allah, merupakan sifat yang terakhir kali keluar dari kalbu manusia

Alkisah, ada seorang ‘abid (ahli ibadah) yang sangat istiqamah. Selama sepuluh tahun ia selalu shalat persis di belakang imam, tanpa pernah tertinggal sekalipun juga. Suatu hari, karena suatu kepentingan yang tidak bisa ditunda ia ketinggalan berjama’ah. Dalam keadaan nafasnya tersengal-sengal, ia mengikuti shalat jama’ah di barisan belakang.

Mulanya tidak ada perasaan apa-apa, tapi tanpa disadari muncul perasaan halus entah dari mana. Tiba-tiba ia merasa malu manakala dilihat atau ditanyakan orang lain tentang keterlambatannya. Saat itu juga ia menangis sejadi-jadinya. Bukan menangisi keterlambatannya, tapi ia menangisi kenapa masih ada perasaan malu kepada orang lain dalam dirinya. Ia mengambil kesimpulan sendiri bahwa selama sepuluh tahun ia ia berjuang habis-habisan untuk selalu menempati shaf terdepan karena malu kepada orang lain.
KALIGRAFI sholat
Keinginan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, sebagaimana dalam kisah di atas merupakan sesuatu yang sangat tersembunyi. Manusia sangat pandai menyembunyikannya, bahkan saking halusnya terkadang pelakunya sendiri tak bisa mendeteksinya sampai pada batas-batas tertentu. Seperti tokoh di atas, ia baru menyadarinya setelah sepuluh tahun berjalan. Suatu masa yang sangat panjang.

Dalam kaitan ini Rasululah saw bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap ummatku adalah sifat riya dan nafsu yang tersembunyi, yang lebih tersamar dari rangka semut hitam, di batu padat, di malam yang kelam.” (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Menurut al-Ghazali, karena begitu tersamarnya sehingga para ulama sukar untuk meneliti seberapa besar bahaya yang ditimbulkannya. Demikian juga para ‘abid dan orang-orang yang melazimkan dirinya dalam ketaqwaan. Inilah perangkap hawa nafsu yang terakhir dan tercanggih.

Setan tidak pernah berputus asa menggoda dan menyesatkan manusia. Sekecil lubang jarumpun, peluang yang ada akan digunakannya semaksimal mungkin. Asal masih ada peluang masuk, setan akan memaksimalkan tipu dayanya. Apalagi nafsu manusia selalu timbul tak pernah berakhir.

Satu lubang ditutup, terbukalah lubang lainnya. Sampai pada lubang terakhir, yaitu perangkap manusia untuk mendapatkan pujian dari manusia lainnya.

Alangkah beratnya tantangan yang harus dihadapi manusia agar terlepas dari gangguan hawa nafsunya. Kadang manusia kelelahan jika terus menerus berjuang mengalahkan hawa nafsunya.

Pada saat kelelahan seperti ini, ia ingin beristirahat, berhenti sejenak dari berperang menghadapi serangan bertubi-tubi yang datangnya dari hawa nafsu. Saat itulah muncul bisikan tadi. Tumbuh keinginan pada dirinya untuk memperlihatkan kebaikan diri dan memamerkan ilmu dan amalnya.

Kesempatan yang baik itu dimanfaatkan benar oleh setan dan hawa nafsu. Keinginan seperti itu disambut dengan sangat antusias. Ia kini ditempatkan sebagai orang yang terhormat dan terpandang, dimuliakan dan dikagumi.

Manakala orang tahu betapa dirinya telah melakukan mujahadah sekian lama dengan meninggalkan dunia dan segala kenikmatannya, maka bertambah banyaklah orang yang datang. Kini, mereka bukan saja memberikan pujian, menyanjung, dan menaikkan tinggi-tinggi namanya, tapi mereka juga mulai mengharapkan berkah darinya.

Sebutan kyai khash, wali, dan berbagai predikat kehormatan selalu disebut-sebut orang. Pada mulanya ia risih juga dengan sebutan dan predikat itu, tapi tak kuasa juga ia menolaknya.

Berkali-kali ia menolaknya, tapi semakin keras ia menolak, semakin keras pula desakan ummat untuk menggelarinya dengan sebutan-sebutan tadi. Tak terasa waktu terus berjalan, sehingga pada suatu ketika ada orang yang memanggilnya dengan sebutan biasa-biasa saja. Pada saat itulah ia tersinggung, walaupun ketersinggungan itu disimpan rapi di dadanya.

Dalam posisi seperti itu, berduyun duyun orang datang mengunjunginya sekadar mengharapkan berkah dengan mencium tangannya atau meminta do’a darinya. Petuahnya diikuti, kata-katanya diperhatikan. Dari kejauhan saja, semua orang hormat dan menunduk kepadanya.

Ketika orang yang terhormat ini datang memenuhi suatu majelis, ia selalu ditempatkan pada kursi terdepan dengan segala fasilitasnya yang berbeda dengan lainnya. Ia diistimewakan dalam pelayanan dan makanan. Siapa yang tidak tersanjung dengan perlakuan ini?

Banyak orang yang shalih akhirnya terperosok dalam perangkap ini. Mereka mengira bahwa dirinya masih tercatat sebagai golongan orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah Rabbil ‘Izzati. Padahal ia telah menjauh dari-Nya. Ia kini tercatat dalam golongan orang-orang munafiq, yang seluruh pahala ibadah dan segala amal baiknya menjadi gugur karenanya.

Nafsu yang tersembunyi itu sesungguhnya telah menjadi gangguan terakhir pada semua orang yang telah bersungguh-sungguh beribadah dan berbuat baik. Mereka telah berhasil melewati segala rintangan yang telah menghadangnya, tapi untuk rintangan terakhir ini, banyak yang gagal menembusnya. Nafsu tersembunyi, yaitu keinginan untuk dipuji manusia selain dipuji Allah, merupakan sifat yang terakhir kali keluar dari kalbu manusia.

Pujian dan penghormatan merupakan kenikmatan duniawi. Tak sedikit orang yang mengejarnya dengan segala cara yang ia miliki. Orang ‘alim dengan ilmunya. Orang kaya dengan kekayaannya. Orang baik dengan kebaikannya. Aktivis dengan berbagai kegiatannya. Keinginan untuk menjadi orang yang terpuji, terhormat, dan terpandang acap kali dilakukan secara terang-terangan, tapi tidak sedikit dengan cara yang amat samar dan halus. Kedua-duanya di sisi Allah sama saja.

Allah berfirman:

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan.” (al-Qashash: 83)

Ayat di atas menyatukan antara keinginan untuk menyombongkan diri dengan berbuat kerusakan.

Artinya kedua perbuatan itu sama-sama terkutuknya, dan sama-sama bahayanya. Sebab keinginan untuk menyombongkan diri bisa menumbuhkan sikap munafiq, sedangkan kemunafikan jelas akan membawa kehancuran dan kebinasaan.

Rasulullah Salallaahu ‘alaihi wa salam mengingatkan, bahwa hancurnya manusia banyak diakibatkan karena mengikuti hawa nafsu dan mencintai pujian.

sumber :  Tasawuf-Menggapai ridha Allah

Popularity: 85% [?]

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Twitter

Related Post

One Response to “Nafsu yang tersembunyi”

Leave a Reply

Featured Video
Popular Posts

Menentukan Support & Resistance

[caption id="" align="aligncenter" width="320" caption="1"][/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="320" caption="2"][/caption] [caption id="" align="al

IKOFX

IKOFX telah didirikan untuk tujuan untuk membantu investor dalam keberhasilan Forex. Dengan bantuan feed berita terbaru, dan mengumpulkan informasi di seluruh dunia, IKOF

Nafsu yang tersembunyi

Nafsu tersembunyi berupa keinginan untuk dipuji manusia selain dipuji Allah, merupakan sifat yang terakhir kali keluar dari kalbu manusia Alkisah, ada seorang 'abid (a

7 Kesaktian Cuka

Selain untuk menambah rasa asam dan menghilangkan bau amis, cuka juga punya manfaat lain. Cuka atau asam asetat ini dapat mengatasi berbagai masalah kebersihan rumah. Mul

There are three movements on the market

Penjelasan dari teory ini cukup sederhana yaitu bahwa market mempunyai tiga tipe trend yaitu: 1. Major Trend merupakan trend jangka panjang dari suatu market biasanya

The primary trend has three phases

Dow Theory asserts that major market trends are composed of three phases: an accumulation phase, a public participation phase, and a distribution phase. The accumulation

The stock market discounts all news

Stock prices quickly incorporate new information as soon as it becomes available. Once news is released, stock prices will change to reflect this new information. On this
Random Quote

Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapkan kesabaran” (QS. 103: 1-3).

“wahai Rasullah teman bgaimanakah yg baik itu?” Rasullah SAW menjawab : “Teman yg baik yaitu dg mlihatnya kamu ingat Allah. Ucapannya menjadikan amal kamu brtambah dan amal perbuatanya mngingatkan kamu akan akhirat” (H.R Bukhori)

Recent Posts

Tasawuf tidak sesat

Imam Asy-Syatibi dalam kitabnya Al-I’thisom halaman 237 ; “Tasawuf bukan termasuk perkara... 

Kebahagiaan dgn memilih pasangan hidup yg sholeh/sholihah

Menurut Ibnu Abbas ra. (Salah seorang sahabat Nabi Muhamad saw) Ada tujuh indikator kebahagiaan dunia,... 

Indahnya Cinta Karena Allah

Indahnya Cinta Karena Allah بسم الله الرحمن الرحيم Penulis: Ummul Hasan Muroja’ah:... 

Hindari Perkataan "Terserah Yang Di Atas"

Dasar keyakinan yang dianut oleh kaum teolog Ahlussunnah ialah bahwa akal sehat tidak akan pernah bertentangan... 

Menikah, Kenapa Takut?

Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan.... 

Recent Comments
Tambah lagi nich gan: Kita kalo kerja suka ngantuk khan.. nah minum deh cuka segelas kecil ajah, pasti nanti langsung bangun... hih
Semua Ciptaan Tuhan MANTABBB,,, keren abiz,,,
Saya menjual Pisang Kepok Lampung, bagi yang berminat silahkan hubungi email saya. thx before
Hai, salam kenal, artikel anda ada di http://obat2-an.infogue.com/22_obat_kuat_berbahaya ayo gabung bersama kami dan promosik
Rif, ada gratisan nya ngak? :D kabar2 i yah :D
Tag Cloud
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline