Taubat
“Dan bersegaralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi… “ (QS Al Imran : 133)
DAN SESUNGGUHNYA ALLAH MENCINTAI ORANG YG KEMBALI
( BERTAUBAT ).
Beberapa tingkatan Orang yang Bertaubat
- Taubat Orang Awam
Orang yang awam bertaubat hanya untuk dosa-dosa besar seperti zina, membunuh, dan mencuri sementara dia tetap melakukan dosa-dosa kecil yang lebih halus. Dia hanya melihat kepada dosa-dosa besarnya dan meremehkan dosa-dosa yang dianggap kecil. - Taubat Orang Khusus
Orang ini sudah bertaubat dari dosa-dosa kecil yang lebih halus. Dia bertaubat atas kedengkian kepada temannya, atau ketika dia merasa hebat karena memiliki kedudukan dan jabatan. Tatkala dia shalat tahajud sendirian dan tidak mau membangunkan orang lain karena ingin shaleh sendirian, maka dia bertaubat setelah menyadarinya. - Taubat orang khusus bil khusus
Orang ini bertaubat bukan karena telah berbuat maksiat tetapi karena lalai mengingat Allah. Walaupun dia sudah sholat dengan baik dan berjamaah, tapi dia tetap bertaubat karena tidak melaksanakannya awal waktu. Begitupun dia merasa sedih tatkala tidak sempat sholat sunnat. Dia menyesal karena tidak memberikan yang terbaik dalam beramal. Dia bertaubat sebab tidak menyempurnakan ladang amal yang sudah disediakan oleh Allah karena tidak mempersembahkan yang terbaik bagi PenciptaNya
Cara Bertaubat
- Menyesal
Adanya penyesalan setelah melumuri diri dengan dosa dan kenistaan, adanya penyesalan sesudah berbicara kotor, penyesalan ketika mata melihat kemaksiatan, penyesalan ketika menyakiti orang lain, menunjukkan adanya gejala-gejala taubatan nasuha ( taubat yang sunggh-sungguh). Karena orang yang tidak menyesal tidak termasuk bertaubat. Orang yang bangga dengan dosa-dosa yang pernah dilakukannya menunjukkan dia belum sungguh-sungguh bertaubat. Sebaliknya deraian aior mata dan menggigilnya perasaan, merupakan ekspresi dari penyesalan yang mendalam. - Minta ampun kepada Allah
Minta ampun kepada Allah bisa dilakukan dengan istighfar. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka diusir dari surga akibat kesalahan yang telah dilakukan.
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al a’raf : 23)
Atau beristighfar sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Yunus, ketika berada di dalam perut ikan di dasar laut pada kegelapan malam. Nabi Ynus meningglakan perintah untuk terus berdakwah kepada kaumnya. Dia menyeru kepada Allah Tuhan Yang maha Mendengar, “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
Tuhan pun kemudian mendengarkan doanya, menyelamatkannya dari kedukaan.
Meminta ampun kepada Allah memang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dar hati yang paling dalam. Inilah aslah satu tanda orang yang sungguh-sungguh dalam taubatnya. - Gigih untuk tidak mengulangi
setelah kita merasa menyesal, kemudian memohon ampunan dengan penuh kesungguhan maka langkah selanjutnya yaitu tidak mengulangi lagi perbuatan dosa. Jangkan melakukannya, berpikir ke arah sana saja tidak boleh
Apa ciri-ciri bahwa taubat seorang diterima oleh Allah?
- dirinya jauh dan terhindar dari maksiat
- ia merasakan hatinya selalu bergembira dan rasanya Allah begitu dekat dengannya
- dekat dengan orang-orang yang sholeh dan jauh dari ahli maksiat
- ia merasa puas mendapatkan segi dunia meski sedikit,sebaliknya ia merasa kurang walaupun dia telah melakukan banyak amalan akhirat.
- ia menyibukkan hatinya dengan sesuatu yang diwajibkan Allah
- ia menjaga lisannya,selalu tafakur,dan selalu menyesali dosa-dosa yang pernah dikerjakan.
[Imam Ghazali]
Hukum dan Syarat Taubat
Hukum taubat adalah FARDHU AIN. Hukum taubat adalah wajib. Seseorang yang telah melakukan dosa WAJIB baginya bertaubat. Rasulullah SAW yang maksum (terpelihara dari dosa) pun bertaubat. Apa lagi orang awam macam kita yang sememangnya tidak dijamin syurga, memang sewajarlah dan wajiblah bertaubat.
Al Aghor Bin Yassar Al Muzani ra. Berkata : Rasulullah SAW bersabda : Hai sekalian umat manusia. Bertaubatlah kamu kepada Allah, dan istighfarlah (minta ampun) kepada Nya, maka sesungguhnya aku setiap hari bertaubat seratus kali. (Riwayat Muslim)
Syarat taubat bergantung kepada dosa yang telah dilakukan. Dosa yang dilakukan ada dua jenis. Pertama dosa dengan Allah. Kedua, dosa sesama manusia. Seperti dinyatakan, taubat adalah penyucian diri dari dosa yang telah dilakukan.
Dosa terbahagi dua yaitu :
- Dosa kepada Allah : kerana meninggalkan/mengabaikan apa yang diperintah Allah serta melakukan apa yang dilarang Allah.
- Dosa sesama makhluk : ada 4 jenis dosa yang melibatkan makhluk. Ke-empat-empat jenis dosa tersebut ialah:
- Dosa yang ada hubungan dengan diri seseorang (contoh : kita pukul dia)
- Dosa yang ada kaitan dengan harta seseorang (contoh : kita mencuri duitnya)
- Dosa yang ada kaitan dengan keluarganya (contohnya : kita menuduh isteri seseorang yang suci sebagai penzina)
- Dosa yang ada kaitan dengan agama seseorang (contohnya : kita mengajar ajaran sesat yang menyalahi aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah kepada orang)
Cara menyucikan dosa / Bertaubat
Dosa kepada Allah : ada tiga syarat yang perlu ditempuh yaitu :
- Menyesal atas dosa-dosa yang dilakukan
- Tinggalkan perbuatan yang mengundang dosa
- Berusaha bersungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Dosa sesama makhluk :
- Menyesal atas dosa-dosa yang dilakukan
- Tinggalkan perbuatan yang mengundang dosa
- Berusaha bersungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
- Memohon maaf dan kifarah kepada orang yang dilakukan dosa
sumber: Tasawuf-Menggapai ridha Allah
Popularity: 13% [?]
